Cerita Lain “Gaza Flotilla”

source image: haaretz.com

Awal september ini, pemerintah Turki memberikan ultimatum kepada pemerinatah Israel agar meminta maaf kepada Turki perihal insiden yang terjadi pada kapal Mavi Marmara setahun silam. Namun, ancaman tersebut pun diabaikan oleh pemerintah Israel. Sebagai konsekuensinya pemerintah Turki mengusir diplomat Israel di Ankara dan membekukan sementara kesepakatan-kesepakatan, terutama bidang militer, bagi kedua negara. Kontan kejadian ini membuat hubungan kedua negara semakin memburuk.

Sikap Israel yang tetap berpegang teguh bahwa tindakan yang dilakukan setahun lalu adalah sesuatu yang bersifat legal membuat penulis mencari tahu bagaimana cerita lain dibalik insiden Mavi Marmara. Terlebih berita-berita yang selama ini kita terima terutama hal-hal yang berbau Palestina adalah berita yang tidak relevan karena hanya mengeksploitasi kesengsaraan warga Palestina dan kekejaman tentara Israel. Oleh karena itu penulis akan mengungkap sudut pandang lain peristiwa , tetapi bukan untuk memihak satu sisi, tetap berdasarkan objektivitas.

Sudah hampir setahun lebih pasca insiden Mavi Marmara, namun persoalan insiden tersebut masih belum selesai sampai saat ini juga. Peristiwa yang dikenal juga dengan Gaza Flotilla Raid ini berawal dari penyergapan terhadap enam buah armada kapal yang akan berlabuh menuju Gaza oleh militer Israel.

Dari keenam kapal sebagian besar para aktivis flotilla berada di dalam kapal Turki MV Mavi Marmara -kapal yang disewa oleh IHH, sebuah NGO dari Turki. Keenam kapal tersebut mengemban misi untuk merusak blokade laut yang selama ini dilakukan oleh Israel agar dapat mengirimkan bantuan kemanusian ke Gaza.

Pada tanggal 30 Mei 2010 keenam kapal tersebut berlayar dari Siprus menuju Gaza. Keenam kapal tersebut berlayar ke Gaza melalui Laut Mediterania. Israel yang masih memberlakukan blokade laut terhadap Gaza telah memperingatkan keenam kapal tersebut untuk tidak melanjutkan pelayaran ke Gaza. Militer Israel memerintahkan keenam kapal tersebut untuk berlabuh di Pelabuhan Ashdod, Israel untuk melakukan inspeksi terhadap barang-barang dan selanjutnya akan dikirim ke Gaza. Namun, kapal Mavi Marmara tetap melaju dan tidak mengindahkan perintah tersebut.

Pada tanggal 31 Mei 2010, Militer laut Israel, Shayetet13, akhirnya memutuskan untuk menghentikan pelanggaran yang dilakukan oleh kapal Mavi Marmara terhadap blokade. Selama penyergapan para aktivis yang mengusung “perdamaian” ini ternyata telah melakukan persiapan dengan cara yang “tidak damai”. Ketika militer Israel tiba di kapal Mavi Marmara para aktivis kontan langsung memukuli para tentara Israel. Tentara Israel pun melakukan pembalasan yang berujung pada tewasnya delapan aktivis Turki dan satu orang aktivis Amerika Serikat.

Aksi para aktivis flotilla ini setidaknya telah menunjukkan bahwa tujuan utama kapal “Gaza Freedom Flotilla” lebih dari sekedar merusak blokade laut terhadap Gaza ketimbang misi kemanusiaan. Berikut adalah informasi yang lebih lengkap mengenai urutan peristiwa Gaza Flotilla Raid. timeline

Blokade Laut Gaza: Legal?

Setelah menjelaskan secara terperinci insiden tersebut, selanjutnya kita akan menganilisis permasalahan yang ada. Inti dari peristiwa Gaza Flotilla Raid ini sebenarnya adalah masalah blokade laut yang dilakukan Israel terhadap Gaza. Apakah blokade tersebut legal? Sejak tahun 2005, Gaza sepenuhnya menjadi milik Otoritas Palestina. Namun, Israel masih melakukan kendali atas udara dan perbatasan Gaza. Kendali tersebut dilakukan oleh Israel karena menganggap Gaza yang dikuasai Hamas masih menjadi ancaman bagi keamanan Israel. Sejak 3 Januari 2009, Israel mulai memberlakukan blokade laut untuk mencegah masuknya senjata-senjata ke Gaza melalui laut. Legitimasi blokade laut Israel juga ditegaskan oleh laporan PBB terhadap peristiwa Gaza Flotilla Raid.

Israel tidak sendiri, Mesir juga turut melakukan blokade terhadap Palestina di perbatasan. Namun, sayangnya blokade ini seakan rapuh melihat banyaknya senjata-senjata dan perangkat militer selundupan yang masuk ke Gaza melalui perbatasan Mesir.

Melanggar Hukum Laut Internasional?

Selain masalah legalitas blokade banyak orang-orang yang mempeributkan masalah status laut internasional. Israel dianggap melakukan penyerangan di Laut Mediterania yang berstatus internsional. Status blokade laut telah jelas, maka upaya militer Israel mencegah perusakan blokade laut oleh kapal Mavi Marmara di laut internasional adalah benar. Kembali tujuan kapal Mavi Marmara adalah merusak blokade laut, jadi upaya militer Israel tersebut adalah bagian dari atisipasi. Negara-negara seperti Amerika Serikat dan negara eropa lainnya juga sering melakukan pemerikasaan barang di laut internasional dengan alasan kemanan.

Dari dua analisis singkat di atas dapa dikatakan bahwa aksi penyergapan militer Israel terhadap kapal Mavi Marmara adalah sesuai dengan prosedur hukum. Namun sangat disayangkan bahwa aksi tersebut harus menelan korban jiwa. Laporan PBB mengenai Gaza Flotilla Raid juga mengungkapkan bahwa aksi Israel ini adalah “excessive and unreasonableā€.

Untuk kedepannya diharapkan tidak ada lagi kasus-kasus serupa. Badan-badan non-profit dan lembaga kemanusiaan juga sudah sepatutnya menyadari blokade Gaza tersebut. Sebenarnya Israel selama ini terus mengirimkan bantuan-bantuan kemanusiaan dari luar Palestina melalui check point yang ada di beberapa titik. Jika masalah krisis kemanusian muncul berarti ada masalah di dalam Gaza. Apakah Hamas benar-benar menyampaikan bantuan tersebut? God willing, mereka menyampaikannya jika memang benar mereka manusia.

Selain itu, kita semua berharap hubungan Turki dan Israel akan kembali membaik mengingat Turki selama ini merupakan rekanan Israel dalam menjembatani dengan negara-negara Islam terutama dalam menghadapi masalah konflik Israel-Palestina. Kedua negara juga sama-sama aliansi Amerika Serikat sehingga penting peranan Obama dalam mengharmonisasikan kembali hubungan keduanya.

Referensi:

http://thinkprogress.org/security/2011/09/01/310240/gaza-flotilla-un-report/

http://www.treppenwitz.com/2010/06/separating-fact-from-fiction.html

About Hapiz Azi

Economics student, Chelsea FC Die Hard, Peace Supporter, & Stock Trader
This entry was posted in Tel Aviv and tagged , , . Bookmark the permalink.

One Response to Cerita Lain “Gaza Flotilla”

  1. YUSRIL says:

    CERITNYA BLOON YANG BTL BUAT BERITA LIHAT KEJADIAN YANGSEBENARNYA COY

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s